RSS

Photo : Gunung Merapi

0 comments









Sumber gambar kompas
Continue Reading... Labels:


Photo : Tsunami Mentawai

0 comments







Jejak Gempa dan Tsunami Mentawai

Foto-foto diambil dari kompas dan bbc.co.uk

Yang Lain :
Dampak tsunami mentawai
Penyebab tsunami mentawai
korban gempa mentawai
Continue Reading... Labels:


PPC Indonesia - Review Untuk Blogger

0 comments

Ini ada satu lagi Pay Per Click dari indonesia untuk para blogger 'pencari duit' di internet.

Namanya UntukBlogger, program yang masih baru ini layaknya seperti ppc indonesia yang lain sebelumnya, seperti adsensecamp,kumpulblogger,kliksaya dll.

Mengenai harga perklik iklan di untukblogger saya rasa sangat kecil dibanding ppc luar negeri (jelaslah), nilai perklik valid yang akan diterima blogger sebagai penerbit iklan adalah sebesar Rp 200,- dan Rp 25,- untuk klik referralnya.

Pendapatan bisa diambil jika sudah mencapai minimal Rp 50.000,- beda dengan adsensecamp yang mematok minimum payout hanya sebesar Rp 10.000,-.

Dari segi tampilan iklan saya rasa cukup lumayan, kita bisa memilih meskipun menurut saya pilihan ukuran iklannya masih kurang lengkap tapi lumayanlah, ngga' jelek-jelek amat jika dipasang diblog kita (contohnya blog ini).

Nah, karena saya sendiri baru mendaftar dan belum pernah menerima pembayaran jadi belum bisa menampilkan bukti pembayaran dari untukblogger sendiri, karena terakhir saya cek pendapatan saya masih dibawah Rp 30.000.-.

Makanya bantuin ngeklik iklannya ya,,hehehe.

Jika ingin mendaftar di untuk blogger silakan klik disini (jadi referral saya).

Semoga bisa bermanfaat buat blogger semua.

Anda membaca artikel : PPC Indonesia - Review Untuk Blogger

Yang Lain :
Review PPC Indonesia
Cari uang dari blog bahasa indonesia
PPC indonesia terbaru
Tips trik PPC
Continue Reading... Labels:


Mbah Maridjan Meninggal Dalam Keadaan Sujud

0 comments

Akhirnya perjalanan hidup "Sang Penjaga Gunung Merapi" harus berakhir disaat Gunung Merapi Meletus, Mbah Maridjan meninggal karena keganansan gunung yang sejak lama telah 'dijaga' olehnya.

Yah, Mbah Maridjan yang sudah sangat terkenal bukan karena banyak membintangi iklan sebuah minuman energi dengan semboyan "Roso-Roso", tetapi karena kegigihannya untuk tidak mau di evakuasi meskipun gunung merapi sudah dalam status awas.

Sang Penjaga Gunung Merapi ini ditemukan oleh tim SAR yang mengevakuasi korban dari "Wedhus Gembel" kemarin, jasadnya sekitar pukul 06.05 berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Kinahrejo Kecamatan Cangkringan, Sleman atau berjarak sekitar 6 km dari puncak Merapi.

Selamat jalan Mbah Maridjan, semoga diterima disisi-Nya.
Amin.

Anda membaca artikel : Mbah Maridjan Meninggal Dalam Keadaan Sujud

Yang Lain :
Mbah maridjan meninggal dunia
Jumlah korban gunung merapi
Foto saat gunung merapi meletus
Korban wedhus gembel
Continue Reading... Labels:


Denda Rp3,7 Juta, Jika Memakai Baju Seronok

0 comments

Pemerintah suatu kota pesisir di Italia memerintahkan polisi mendenda perempuan yang mengenakan rok terlalu pendek atau memakai baju yang terlalu memperlihatkan belahan dada. Ini demi menjaga kesopanan publik di tempat umum.

Kebijakan itu diumumkan Walikota Luigi Bobbio setelah disetujui dewan kota Castellammare di Stabia, provinsi Naples, Senin 25 Oktober 2010. Polisi akan menjatuhkan denda 300 euro atau sekitar Rp3,7 juta kepada pemakai baju atau rok yang dianggap terlalu seronok.
Namun, tidak disebutkan apakah ada hukuman lain bila si pelanggar yang tidak mampu membayar denda.

Bobbio mengatakan bahwa wanita yang akan didenda adalah yang mengenakan rok yang tidak menutupi sepenuhnya celana dalam mereka.
"Belahan dada yang terlalu terekspos juga akan didenda," ujarnya seperti dilansir dari laman harian The Guardian.

Bobbio mengatakan bahwa dia yakin akan kredibilitas polisi yang melakukan pengecekan. Dia mengatakan bahwa polisi tidak akan melakukan pengecekan dengan terperinci.
"Satu pandangan cukup untuk memberikan penilaian," ujarnya.

Namun, kebijakan ini mendapat penentangan dari para politisi sayap tengah-kiri yang melakukan aksi duduk di depan balai kota. Mereka mengatakan bahwa pemerintahan Bobbio adalah pemerintahan yang chauvinis.

Mereka mengatakan bahwa kota memang perlu dengan tingkat kesopanan, namun bukan kesopanan yang diukur oleh seberapa minimnya pakaian wanita.

"Dengan menyamakan pakaian wanita dengan tingkat kesopanan kota, ukuran ini membuat wanita tidak lebih dari bangku dan semak-semak," ujar salah satu anggota dewan, Angela Cortese.

Kemarahan Cortese juga dialamatkan untuk seorang pendeta lokal, Don Paolo Cecere, yang memuji langkah Bobbio dan mengatakan bahwa kebijakan tersebut dapat mengurangi pelecehan seksual.

"Hal ini membuat wanita kembali ke masa beberapa tahun lalu dan meremehkan semua kemenangan wanita. Apakah Castellmammare di Stabia adalah ibukota provinsi Naples? Bukan, ini ibukota provinsi Teheran!" ujarnya.

Pemakaian rok mini hanyalah salah satu undang-undang dari 41 undang-undang baru yang diperkenalkan Bobbio. Undang-undang lainnya tidak kalah kontroversial, diantaranya adalah mengumpat di tempat umum, menendang bola di jalan, tiduran di bangku taman, memanjat pohon dan mengajak jalan-jalan anjing dengan tali leher lebih dari dua meter. Bobbio juga melarang warga untuk berkeliaran di sepanjang pantai dengan mengenakan pakaian renang.

Anda membaca artikel : Denda Rp3,7 Juta, Jika Memakai Baju Seronok
sumber : vivanews

Yang Lain :
Pakaian sexy meningkatkan birahi
Wanita tersexy
3 posisi sex terbaik
Continue Reading... Labels:


Gunung Merapi Meletus : Korban Dibawa ke Rumah Sakit

0 comments

Dua korban awan panas Gunung Merapi warga Desa Kinarejo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa malam sudah berada di Rumah Sakit Panti Nugroho, Pakem. Dua wanita yang mengalami luka bakar cukup parah itu, belum diketahui identitasnya.
"Tetapi yang satu sudah usia lanjut, sedangkan satunya lagi usianya sekitar 35 tahunan," kata salah seorang relawan yang keberatan disebut namanya, di Posko Utama Penanggulangan Bencana Gunung Merapi di Pakem, Sleman.

Ia mengatakan, luka bakar yang dialami kedua korban tersebut cukup parah. "Hampir sekujur tubuhnya melepuh karena terkena awan panas," kata relawan itu.

Menurut dia, sebagian wilayah Desa Kinarejo nyaris luluh lantak diterjang awan panas Merapi. "Belum bisa dipastikan apakah seluruh warga desa itu sudah mengungsi, atau masih ada yang bertahan di rumah masing-masing," katanya.

Oleh karena itu, tim SAR, tim Tanggap Siaga Bencana (Tagana), dan sejumlah personel TNI mulai naik ke atas, yaitu ke kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi untuk melakukan evakuasi warga yang masih bertahan atau belum mengungsi. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Surono, di Yogyakarta, Selasa malam, mengatakan, Gunung Merapi (2.965 mdpl) sudah masuk ke fase erupsi.

Awan panas dari puncak Gunung Merapi yang terjadi pada Selasa petang, arah luncurannya belum diketahui pasti, karena petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi tidak bisa melihat akibat gunung tertutup kabut.
Informasi dari Posko Utama Penanggulangan Bencana Gunung Merapi di Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menyebutkan luncuran awan panas pertama terjadi sekitar pukul 17.02 WIB, kedua pada pukul 17.19, ketiga pukul 17.24 WIB, dan keempat pukul 17.34 WIB.

Jarak luncur kedua awan panas itu belum bisa diketahui, karena petugas di sejumlah Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) kesulitan untuk melihat secara visual karena gunung berapi ini tertutup kabut. Petugas Pos PGM Kaliurang Triono mengatakan pihaknya tidak dapat melihat Merapi karena tertutup kabut. "Terima kasih atas informasinya, kami di sini tidak dapat melihat, mungkin benar itu adalah awan panas atau 'wedus gembel'," katanya.

Anda membaca artikel : Gunung Merapi Meletus : Korban Dibawa ke Rumah Sakit

Yang Lain :
Gunung merapi meletus
awan panas gunung merapi
korban letusan gunung merapi
Continue Reading... Labels:


 
Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors